Loading...

Jakarta – Tepat pada hari ini 18 Juni 2019 pihak Kepolisian Republik Indonesia (PORLI) mengadakan press release mengenai video penyebar berita bohong (hoaks). BARESKRIM POLRI sebelumnya telah berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial WN pada tanggal 11 Juni 2019. Penangkapan dilakukan atas sebelumnya telah viral mengenai hoaks perolehan rekapitulasi suara dalam server KPU.

Sebelumnya WN diduga menyatakan bahwa server KPU telah mengalami settingan. Dugaan tersebut diperkuat dengan beredarnya sebuah video yang telah dibuat oleh WN. Dalam video tersebut terlihat bahwa adanya anomali hasil suara terhadap salau satu CAPRES dengan presentase 57%.

Dalam press release yang diadakan oleh BARESKRIM, menyatakan telah menemukan barang bukti berupa handphone blackberry, handphone nokia, hanphone Asus, 2 kartu ATM Mandiri.

Sebelumnya diketahui bahwa WN merupakan dosen disalah satu Universitas di Solo, Jawa tengah.

WN akan dikenakan pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan ayat (15) 1946, pasal 310 KUHP, pasal 311 KUHP dan pasal 207 KUHP. Dengan hukuman setinggi-tingginya 10 tahun penjara dan denda paling banyak sebesar Rp750.000.000.

Dalam press release KPU menyatakn bahwa apa yang dikatakan oleh tersangka WN tidak benar. KPU menyatakan bahwa server KPU tidak berada di Singapura, melainkan berada di kantor KPU. KPU juga tidak membenarkan bahwa adanya tangapan bahwa data KPU telah bocor, meski demikian KPU menyatakan bahwa upaya peretasan memang ada, tetapi berhasil dicegah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here