Loading...

Demo Di Hongkong – Apakah Anda sudah mengetahui aksi demontran di Hongkong yang sedang heboh di media sosial dan stasiun televisi? Beberapa hari yang lalu masyarakat Hongkong melakukan demo kepada pimpinan negara mereka. Banyak sekali masyarakat yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Walaupun sedang melakukan demo mereka masih mempriotaskan hal-hal yang harus didahulukan.

Salah satunya yaitu yang sedang viral belakangan ini, yaitu membukakan jalan ketika ambulan akan melewati lautan orang – orang yang sedang melakukan demo. Ketika proses pembukaan jalan ini demonstran yang sangat banyak tersebut seperti membelah menjadi 2 agar ambulan dapat melewati jalan. Aksi ini ternyata menuai banyak pujian dari netijen di berbagai negara.

Masyarakat Indonesia sangat perlu mencontoh hal ini. Melakukan demo boleh – boleh saja tetapi tetap respect ketika ada yang butuh pertolongan seperti yang terjadi di Hongkong ini. Dengan begitu aksi demo pun tetap damai dan aspirasi dapat tersampaikan dengan baik kepada pimpinan negara.

Penyebab Demo Di Hongkong

Empat tahun lalu masyarakat Hongkong telah melakukan aksi turun ke jalan yang diberi nama “Gerakan Payung”. Demo waktu itu merupakan demonstrasi besar yang menyebabkan kota menjadi lumpuh. Untuk demo pada tahun ini yang dilakukan masyarakat Hongkon beberapa hari yang lalu merupakan kesempatan terakhir melindungi kota mereka dari Beijing.

Demo yang terjadi diklaim mencapai 2 jutaan orang sehingga membanjiri jalan. Mereka melakukan demo bukan tanpa sebab, melainkan karena ingin memprotes rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi bagi siapapun ke China atau ke mana pun dan bahkan menuntut mundur pimpinan Hongkong.

Mungkin Anda Suka: Penyebar Hoaks Server KPU Ditangkap, BARESKRIM

Apa Itu RUU Ekstradisi?

Lalu apa yang dimaksud RUU Ekstradisi? RUU Ekstradisi merupakan proses dimana seorang tersangka yang sedang ditahan oleh negara akan diserahkan kepada negera lain yang adalah negara asal dari tersangka untuk melakukan sidang sesuai perjanjian yang bersangkutan.

Hal ini yang ditakutkan oleh masyarakat Hongkong karena RUU ini akan membuat Beijing dapat mengekstradisi pelaku kriminal dari Hongkong ke China daratan. Hongkong memang telah melakukan banyak perjanjingan ekstradisi kepada beberapa negara lainnya, kecuali negara China dan Taiwan.

Duhulu Hongkong memiliki perbedaan terhadap Negara China dari segi kesejahteraan. Hongkong merupakan negara yang memiliki wilayah kaya sedangkan China masih berjuang untuk mengatasi kemiskinan masyarakatnya. Tetapi sejak lebih 20 tahun negara Inggris menyerahkan Hongkong kepada China terjadi pergeseran perbedaan. Yang tadinya orang Hongkong bangga dengan kekayaan meterinya, saat ini mereka bangga karena kesejahteraan dan keleluasaan dari pada China. Keluluasaan yang dimaksud yaitu bebas menggunakan media sosial, bebas menyampaikan pendapat, bebas berdemokrasi, bebas mengkritik pemerintahannya sendiri, hingga bebas untuk berunjuk rasa dalam menyampaikan hak atau aspirasi masyarakat.

Dengan adanya RUU tersebut akan memungkinkan pihak yang berwenang dari China mengekstradisi tersangka kejahatan yang dituduh melakukan penyimpangan seperti pembuhuhan, pencurian, pemerkosaan dan lain – lain.

Mengenai hal tersebut menjadi perbincangan dimana – mana. Surat kabar yang tersebar juga menekankan bahwa “orang sehat manapun” akan mendukung RUU tersebut karena akan menutup celah bagi para pelaku kejahatan untuk kabur ke negara meraka.

Pemerintahan Hongkong juga berusaha untuk menjelaskan kepada masyarakat Hongkong tetang penangguhan RUU Ekstradisi tersebut. Pemerintah Hongkong menyampaikan kepada masyarakatnya bahwa berjanji hanya akan menyerahkan buronan hukum yang mengemban hukuman maksimum setidaknya tujuh tahun. Tetapi masyarakat Hongkong tetap menolak karena khawatir dengan adanya RUU tersebut orang – orang akan dikenakan penahanan secara sewenang – sewang, penyiksaan dengan sistem peradilan Beijing, dan bahkan peradilan yang telah tidak adil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here